Showing posts with label Audiovisual Performance Act. Show all posts
Showing posts with label Audiovisual Performance Act. Show all posts

Friday, July 19, 2013

SOTF # 7 SIGNALIZE

SOTF# 7 SIGNALIZE

Bising dan berisik. Mungkin itu, kata-kata yang muncul di benak para penonton yang hadir pada pertunjukan audiovisual Sound of The Future di Tembi Rumah Budaya pada Jumat (20/4). Sebuah pertunjukan yang bertajuk SOTF #7: SIGNALIZE ini merupakan pertunjukan yang menggabungkan elemen suara, visual dan gerak, seperti pada sub-tema yang ditawarkan, “Audiovisual Performance”. Penggabungan antara live-music performance, screening video, performance art dan live-video performance menjadikan pertunjukan ini mempunyai warna baru dan menghadirkan sebuah pentas yang cross-genre. Dengan mengangkat SIGNALIZE yang dimaknai sebagai bentuk perhatian SOTF kepada para seniman ataupun penikmatnya untuk merespon bentuk-bentuk seni dengan jalur karya yang memiliki keunikan tersendiri. Bekerja sama dengan Forum Musik Tembi (FOMBI), SOTF #7: SIGNALIZE menghadirkan pertunjukan dengan ranah seni urban.

Bentuk garis-garis visual serta angka-angka semacam matriks pada coding pemograman komputer pun muncul di layar dengan diiringi musik elektronik yang penuh dengan distorsi serta volume yang ekstrim menjadi pembuka pertunjukan SOTF #7. Komposisi musik dengan visual ini digarap oleh duo komposer noise music, Manticore dan The Perplexity of Stamatis Desiree. Proyek musik elektronik, Asa Rahmana dan Yennu Ariendra yang tergabung dalam Belkastrelka pun tak kalah menariknya dengan menghadirkan musik elektronik yang catchy dan melodik. Uniknya pada lagu ke dua mereka membawakan electro-dangdut dan mengajak penonton untuk bergoyang. Orasi-orasi yang bertema politik pun dilontarkan oleh Digie Sigit, seorang orator sekaligus DJ dan seorang street artist, dengan diiringi musik elektronik yang khas.

Selang beberapa menit, panggung kemudian tersedia dua kanvas dan cat lukis, aksi Buyung Mentari dan Bangga Bigfat dengan melukis di atas kanvas dengan diiringi musik dari DJ Oiik. Dengan diiringi musik dari DJ Oiik, Kinanti Sekar Rahina, dengan gemulainya menari-nari merespon tiap iringan musik yang dimainkan. Gemulainya dan eksotisnya tarian Sekar yang pada malam itu, berbalut kostum berwarna hitam,--yang terkesan misterius—menarik perhatian penonton pada pertunjukan audiovisual ini.

Penampilan I Know You Well Miss Clara feat. CONTROL-Z menjadi penutup SOTF #7. Kolaborasi musik jazz yang ear-catchy serta elektronik noise yang sarat dengan distorsi dan ketidakberaturan ritme dan nada, menjadikan suguhan komposisi musik noise-jazz yang memberikan warna tersendiri.

Sound of the Future (SOTF) merupakan event reguler yang diadakan sejak tahun 2009. Dengan konsep seni eksperimental yang memadukan elemen-elemen seni lainnya, SOTF dapat dikatakan sebagai pertunjukan cross-genre yang merespon perkembangan teknologi serta seni yang berkembang saat ini. Pertunjukan yang memang segmented ini, tidak hanya dipandang dari sisi pertunjukan sebagai hiburan saja, namun juga sebagai sebuah pertunjukan seni yang menawarkan estetika seni itu sendiri. SOTF kemudian memberikan ruang kepada seniman-seniman untuk lebih eksploratif dan berimprovisasi dengan elemen-elemen seni yang ada. Dan dapat dikatakan pula SOTF menjadi wadah bagi seniman sound art dan new media art yang mulai berkembang di era ini untuk menggelar karyanya di depan publik.

Kontributor: Meita
Re-Post: jogjanews.com


Wednesday, July 17, 2013

XTC #2: Jogja Noise Bombing


XTC #2: Jogja Noise Bombing (10 Februari 2012 at Seven Soul Distro, Yogyakarta)

Acara ini diawali dengan ide perilisan sebuah kompilasi yang berisi 10 noise project asal Jogja, melalui Pati Rasa Records dengan judul Jogja Noise Bombing Compilation yang lalu dilanjutkan dengan kegiatan nomaden dalam kota dengan misi menyebarkan kebisingan secara vandal bak seorang bomber yang menyematkan karyanya di tembok-tembok yang ada disetiap sudut kota Yogyakarta.

Serangkaian kegiatan yang dicanangkan oleh para penggiat noise yang berasal dari kota Jogja ini diakhiri dengan sebuah gig yang merupakan salah satu program dari Webzine areaXYZ.com dengan tagline XTC #2. Kali ini XTC #2 mencoba menyajikan acara yang sedikit berbeda dari biasanya karena acara yang diadakan kali ini adalah sebuah ending dari perjalanan Jogja Noise Bombing.

Pada hari Jumat (10/2/2012) dikumpulkan kembali para noise makers yang tergabung dalam Jogja Noise Bombing Compilation, untuk kembali menyuarakan kebisinganya dalam satu spot yang tetap. Sayang sekali, pada malam itu Jurumeya yang diagendakan untuk ikut serta dalam gigs tersebut, tidak dapat ikut serta dalam part terakhir dari rangkaian acara Jogja Noise Bombing. Sehingga sekitar pukul 20.00 WIB, penampilan dari Jurumeya digantikan oleh Manticore sebagai penyulut dan penanda bahwa acara para penyembah kebisingan ini dimulai. Setelah suara-suara bising berhasil dimuntahkan oleh Manticore mendapat sambutan meriah dari teman-teman jogja yang datang pada malam itu, pesta kebisingan dilanjutkan dengan sebuah kolaborasi antara puisi anarkis dari DJ MO)))DARA dengan permainan harsh-noise yang sangat khas ala Bangkai Angsa.

Sekitar pukul 21.00 WIB penonton pun semakin memadati area parkir 7 Soul Store, bersamaan dengan dimulainya penampilan super berisik yang ketiga kolaborasi antara To Die grind-noise project kawakan asal jogja, Arpappel grunge-noise urakan dan Mbak Mona yang khas dengan petuah-petuahnya yang agamis tampak tenang malam itu. Kita tidak hanya disuguhi pesta suara bising di dalam gigs ini, visual effect pun difungsikan secara maksimal dengan keindahan di setiap pancarannya. Acara pun berlanjut dengan lancar, diiringi dengan aktivitas para hadirin yang silih berganti datang dan pergi. Penampilan selanjutnya adalah sebuah persembahan Mind Fucking-Noise ala CONTROL-Z yang malam itu dikolaborasikan dengan permainan saksofon oleh salah seorang kerabatnya. Penampilan terakhir adalah persembahan kebisingan dan kegelapan, kolaborasi antara Sodadosa dan Penyair Dubur menjadi penutup yang apik malam itu dan membuat para penyembah kebisingan terlihat puas untuk menghadiri acara tersebut.

Re-Post: teks by Hilman
Re-post: http://areaxyz.com

CONTROL-Z >> Download Audio
The Perplexity Of Stamatis Desiree / Manticore
DJ MODARA))) / BANGKAI ANGSA
TO DIE / ARPAPPEL / MBAK MONA
SODADOSA / PENYAIR DUBUR
>>More Photos

Eksplorasi Musik Tiada Tepi

 Pandu Hidayat's play Cermin Berkarat

Eksplorasi Musik Tiada Tepi

Senin, 30 Maret 2009 | 10:46 WIB

Forum Bukan Musik Biasa setiap dua bulan sekali bertempat di Pendapa Wisma Seni, Taman Budaya Jawa Tengah, Solo. Pada periode ke- 11, Sabtu (28/3), menunjukkan eksplorasi atas berbagai kemungkinan terhadap musik - atau mengolah sumber bunyi - sesungguhnya tanpa batas dan tepi.

Lihatlah penampilan Kelompok Jagrag dari Pacitan yang mengeksplorasi "musik" dari empat mesin ketik manual dengan berbagai ukuran. Mesin-mesin ketik kuno itu ditaruh di atas tong atau beduk sebagai alat resonansi.

Musik yang muncul dari bunyi ketukan jari tangan, saat memutar kertas, atau memukul stang spasi, menghasilkan nada-nada yang unik. Ketika produksi bunyi itu tersusun, hasilnya komposisi musik yang segar, tanpa harus berasosiasi pada melodi lagu.

Kelompok beranggotakan Johan Perwiranto, Caraka, Paryanto, dan Purnomo, itu tampil sangat kompak saat menyajikan repertoar berupa musik perkusi dengan media batu kristal. Ada yang digesek, dibenturkan, dan ada pula yang ditabuh. Saat paduan bunyi itu mencapai puncak intensitasnya, hasilnya dentang-denting musik "primitif" yang menebarkan kedamaian.

Sebaliknya, Dimas Arnesto dan kawan-kawan (Yogyakarta) dalam Crescent Moon,yang berupa pertunjukan multimedia. Dia menggabungkan rekaman musik digital, dipadu langsung dengan ketukan ritmik pada beduk dan timpani, serta tiupan didgerido oleh Tommy.

Di latar belakang ada tayangan video yang menyajikan gambar abstrak untuk memberi suasana. Suasana berganti eksotis ketika seorang wanita menari di tengah pentas. Penari itu berbalut kain putih dengan tata rias yang futuristik, melengkapi konsep "musik masa depan" mereka.

Sajian lain yang membuat penonton awam agak mumet datang dari Pandu Hidayat dan Bahagia Pendeka Piliang (Yogyakarta). Keduanya menghadap satu meja, menampilkan permainan ritme dari bunyi detak jam yang teratur. Juga dari instrumen genggong, bende, metronome, pianika, dan bel sapi yang ditabuh dengan ketukan ritmik tetapi dengan perhitungan matematik.

Forum ini kian kaya dengan petikan alunan musik tradisional guzheng, sitar China berdawai berukuran besar. Adalah Dhika Maharani (Solo) yang berkolaborasi dengan ricikan musik setempat, seperti kendang, rebab, dan kecapi. Hasilnya musik "campursari" yang segar.

Sementara, Verita Shalavita Koapaha (Yogyakarta) bersama Yuri Nishida (rebab) dan Fajar Lintar Hidayanto (gitar), tampil mengesankan meski hanya menyajikan musik minimalis.

Kontributor : Asa
Re-Post: http://cetak.kompas.com

cellSONIC openCELLS Cellsbutton#5 2011


Catatan: cellSONIC openCELLS Cellsbutton#5 2011

cellSONIC adalah sub-tema dari cellsOPEN yang merupakan seri pembuka Cellsbutton. Cellsbutton (Yogyakarta International Media Art Festival) diselenggarakan setiap tahunnya oleh HONF (House Of Natural Fiber), tahun ini adalah Cellsbutton#5. Ada dua sub-tema dari cellsOPEN, yang pertama cellsTALK (presentasi) dan dilanjutkan dengan cellSONIC (audiovisual performance act). Kebetulan aku atas nama Control-Z menjadi salah satu pengisi dari cellsbutton#5 yang dijadwalkan berlangsung selama 2 minggu dengan rangkaian program yang padat seperti workshop, artistalk, performance dan masih banyak lagi program-program lainnya dengan fokus pada pendidikan mengenai new media art.

Beberapa hari sebelum acara pembukaan festival yang dijadwalkan 15 Juli 2011, saya dihubungi Togar (Julian Abraham) sebagai panitia, intinya mengajak Control-Z perform untuk cellsOPEN. Sementara itu, di tanggal yang sama Control-Z ada jadwal perform untuk pembukaan pameran beberapa orang teman senirupa di Kedai Belakang (KB) dan sibuk latihan untuk perform di Bentara Budaya Yogyakarta tanggal 23 Juli untuk pembukaan pameran senirupa “Holistik Plaudis”. Yang jadi masalah adalah acara di KB belum fix antara tanggal 15 atau16 Juli, dan belum ada konfirmasi lebih lanjut dari panitia. Saat belum ada kepastian, saya menghubungi Breh (Skarockoi) yang dengan baik hati selalu bersedia bantu Control-Z perform, dan kebetulan sedang tidak ada jadwal. Setelah itu  aku barulah saya pastikan bahwa Control-Z bisa perform di cellsOPEN.

Jumat sore 15 Juli 2011, saya ke JNM (Jogja Nasional Museum) untuk soundcheck. Ternyata Ruang Ritus Seni Patung yang dijadikan tempat acaranya masih sepi, cuma ada Togar yang lagi sibuk setting dan seorang fotografer yang saya lupa namanya. Saya langsung setting peralatan, dan tak lama Rene T.A Lysloff dari California juga sudah datang untuk soundcheck. Saya tahu bapak ini karena kami pernah satu panggung di Breakcore_LABS 9.0.2. Sekitar 1 jam kemudian ruangan mulai banyak orang, ada Venzha (Electrocore) dan bebera orang yang belum pernah saya lihat duduk-duduk di sofa, ngobrol sembari nonton yang soundcheck.

Saat kembali datang ke JNM malam harinya, ternyata sesi pertama (Cellstalk) sedang berlangsung dan hampir selesai. Sesi ini diisi oleh WAFT (Helmi Hardian, Benny Wicaksono, Novie Elisa) | ID, CIANT - International Center for Art and New Technologies (Andrej Boleslavsky) | SK CZ, Kampung Halaman (M. Zamzam Fauzanafi & Cicilia Maharani) | ID, Kartoenbitjara Indonesia (Bayu Alfian) | ID, The Swiss Mechatronic Art Society (Effi Tanner & Christoph Stahli) | CH, Tongji University (JK Wang & Qian Zhouyun) | CN, KINETIK | ID (Aditiya). Pastinya mereka adalah orang-orang hebat dibidangnya, sayangnya saya terlambat datang, tidak sempat mengikuti materi presentasi mereka malam itu.

Beberapa menit kemudian, setelah Cellstalk selesai dilanjutkan cellSONIC. Sebagai pembuka ada performance dari Metropole Lightbery dari Yogyakarta. Dengan properti sebuah meja makan di tengah-tengah gedung yang lumayan sempit, mereka melakukan sebuah pertunjukan gaya happening art atau mungkin fluxus. Mereka beranggotakan empat orang seniman muda akademik, dengan kostum yang eksentrik. Mereka duduk di meja makan, ngobrol-ngobrol dan makan malam ala Borjuis Eropa lengkap dengan wine berkadar gula tinggi sebagai penutup. Selama pertunjukan, telinga kita dijejali sound playback, seperti kolase yang penuh distorsi. Mungkin hampir 30 menit performance mereka, layaknya waktu makan malam tanpa beban. Ketika itu Adi (Dendang Kampungan) yang duduk di sebelah saya bilang “mirip di kereta”, saya malah bingung ini di mana?

Setelah Metropole Lightbery selesai, giliran Control-Z beraksi. Malam itu Control-Z mengeksekusi satu komposisi berdurasi 18 menit tanpa jeda. Komposisi itu berjudul “In Miniature”, komposisi untuk tape, analog synth, radio dan fx-modulator. Saya cukup bisa, menikmati permainan malam itu karena melihat crowd juga enjoy mengapresiasi. Di tengah-tengah komposisi, suasana tambah riuh, semakin banyak orang di dalam gedung. Malam itu cukup berkesan, komposisi pun diakhiri dengan kepuasan. Walaupun di awal aku lumayan minder main di depan orang-orang hebat dengan mata analitik mereka yang memandang tajam.

Selanjutnya ada Manticore yang juga dari Yogyakarta dengan karya Audiovisualnya, sekitar 15 menit kami disuguhi visual dan sound ala puredata yang dieksekusi secara live-coding. Crowd lebih banyak ngobrol dan minum-minum di bar dadakan yang disediakan panitia di pojokan gedung daripada menyikak visual yang ditampilkan. Aku lumayan tertarik, cukup menikmati sambil duduk di lantai, menghabiskan minuman digelas. Setelah Manticore giliran Rene T.A Lysloff, malam itu plus female vocal. Lagu pertama terdengar unik karena dia pake sample gamelan dan sepertinya itu suara asli. Tapi kelanjutannya flat, female vocal dengan gaya-gaya puisinya tidak cukup membantu. Sampai temenku yang seorang pianis bilang “kok jadi organ tunggal?!”, hahaha *ngakak pas ngeliat format mereka. Rene main keyboard dari controllernya, biduan diiringi sampling dari laptonya. Bener juga sih kata temenku, identiklah!

Rene T.A Lysloff memainkan beberapa lagu yang sepertinya kurang pas dimainkan di event ini, terbukti saat penampilan mereka sebagian crowd pergi meninggalkan gedung, akhirnya lagu terakhir selesai dengan crowd yang tersisa didalam gedung. Posisi Rene masih duduk dikursinya dan terlihat membereskan instrumennya, tiba-tiba datang seorang  yang mirip dosen antropologi datang ke arah meja. Menaruh laptop, mengkoneksiakannya ke mixer utama dan tanpa basa-basi menekan tombol play. Gedung berubah sesak, padat tanpa ruang pendengaran lain selain tekstur noise buatannya, harsh!.Zbigniew Karkowski asal Swedia, komposer/Noisemaker tua ini memang benar-benar jahat, saya mengakuinya. Dia memang paham betul tentang bunyi dan komposisi,  malam itu adalah pertunjukan perdana untuk karyanya dengan judul “Hantu”. Karya yang cukup singkat, hanya sekitar 5 menit tapi betul-betul kompleks dan klimaks. Tidak sia-sia dia pernah studi komposisi, sonology dan sempat menjadi murid Xenaxis, Messiaen, Boules dan komposer besar lainnya yang juga jadi referensi penting untuk saya. Sempat ada isu bahwa Karkowski pernah kolab dengan Merzbow, Sonic Youth, juga sempat jadi tutornya Jonny Greenwood.

Dengan singkat Karkowski membius semua orang di dalam gedung dengan kebisingan. Dan sesaat karya itu selesai, semuanya teriak “oncemore”_repeatxx, akhirnya dia melanjutkan kebisingannya kurang dari 1 menit sebagai encore. Saya tambah terkesima, di antara berpikir dan menikmati bunyi di luar kapasitas pendengaran. Pengalaman tidak terlupakan berada di dalam ruangan yang sempit sekaligus dipadatkan dengan komposisi bunyi yang membuat kesulitan untuk mengontrol diri sendiri. Tidak mungkin bisa dialami kalau hanya mendengar atau melihat melalui rekaman saja tanpa mengalami situasi aktual yang terjadi di ruangan itu.

Karkowski menjadi penutup acara cellSONIC, selanjutnya sesi hiburan dengan penampilan DJ iTune dengan tembang-tembang populer yang nge-hits di eranya. Semua bersenang-senang sekaligus menghabiskan minuman ditangan. Saya keluar meninggalkan gedung untuk menetralisir pendengaran dari kebisingan di dalam. Di pelataran gedung terlihat ada Wukir (Bambuwukir), Tim (3Some From Mars/YNK), juga ada teman-teman Barbarados dan lainnya yang juga keluar setelah penampilan Karkowski. Sedikit ngobrol dengan mereka semua dan bersambung botol, akhirnya saya melanjutkan perjalanan pulang dengan kondisi badan yang sudah tidak sehat, tapi senang!!_(p)_Juli2011


===============================

cellsOPEN: a series of cellsTALK + cellSONIC.
Friday, July 15 • 7:00pm - 10:00pm   
JNM (Jogja Nasional Museum) | Ruang Situs Seni Patung, Jl. Amri Yahya no.1 Yogjakarta, Indonesia.

cellsOpen is the first program in Cellsbutton # 05: Institutional Cells Yogyakarta International Media Art Festival 2011. Cellsbutton is an international festival based on community-focused new media art, contemporary digital culture and the creative community in the arts, science and technology. The festival is organized each year by HONF through cooperation with local creative community in Yogyakarta.

cellsTALK by:
- WAFT – (Helmi Hardian, Benny Wicaksono, Novie Elisa) | ID
- CIANT - International Center for Art and New Technologies (Andrej Boleslavsky) | SK CZ
- Kampung Halaman (M. Zamzam Fauzanafi & Cicilia Maharani) | ID
- Kartoenbitjara Indonesia (Bayu Alfian) | ID
- The Swiss Mechatronic Art Society (Effi Tanner & Christoph Stahli) | CH
- Tongji University (JK Wang & Qian Zhouyun) | CN
- KINETIK | ID (Aditiya)

cellSONIC by:
- Metropole Light Berry | ID
- CONTROL-Z | ID
- MANTICORE | ID
- Rene T.A Lysloff |US
- Zbigniew Karkowski *| SE
*Premiere of new electronic work HANTU supported by Svensk Musik Swedmic AB

cellsTALK Profile >>

Andrej Boleslavsk (SK CZ)
CIANT | International Centre for Art and New Technologies

Interaction designers and new media artist with over 10 years of professional experience. Currently working as an artist and researcher for CIANT - International Centre for Art and New Technologies where he co-curated new media art festival Enter5. His previous works includes professional ArmA2 games, and other virtual reality and simulation-based projects. In his own projects he focuses on the creating of artworks using a wide range of new media technologies, elements of experimental games, generative art and physical computing. These are also topics on the which he lectures in workshops organized by Various study programs. Specialization includes His knowledge of media platforms and Arduino VVVV Such as the which he uses to develop interactive artworks. http://ciant.cz/ | http://wiki.natural-fiber.com/CIANT | http://wiki.natural-fiber.com/Andrej_Boleslavsky
Kampung Halaman (ID)
Kampung Halaman believes that youth should become the most important members of the communities in this world, as they are the keys to the success of the regeneration process. Contemporary processes of social change are influenced not only by the distribution and exchange of goods/money and the transfer of people, but also by the exchange of images and imagination brokered by the media, particularly by audio-visual media, such as film and television. It is a fact that in Indonesia, the young are the members of the community that are most affected by film and television today. TV shows and films produced in ‘other’ places and by ‘other’ people who have their own agenda (particularly economic), often confuse and encourage viewers to build dreams that are not realistic, distancing them from their actual environment, effacing their sensitivity and attachment to their own communities, and in the end, rendering them POWERLESS. http://www.kampunghalaman.org/
Helmi Hardian, Benny Wicaksono, Novie Elisa (ID) - WAFT
Waft is an institution engaged in the development of interdisciplinary art in Surabaya. It was founded by a group of local practitioners with various backgrounds of event organizing and art movement. Since the establishment, Waft emphasizes on documentation as a basic idea of sharing information within the scope of art. Waft takes role as educative yet innovative media of dynamic art sphere. http://waft-lab.com
Kartoenbitjara Indonesia (ID)
Kartoenbitjara Indonesia is a nonprofit organization with basic data processing; input, processed, and developed the output through the original data, storage, and channels. Was established in 2008 by multimedia activists, authors, employees, and students in the city of Cirebon, West Java - Indonesia. Has three major programs based infomobilisasi, education, presentations, and publications. kartoenbitjara.or.id
The Swiss Mechatronic Art Society (CH)
The Swiss Mechatronic Art Society (SGMK, established in 2006) is a collective of engineers, hackers, scientists and artists that joined to collaborate and promote on creative and critical uses of technology. They develop DIY technologies and organize collaborative events, such as a yearly researchcamp in the mountains and local regular workshops in electronics, robotics, physical computing, diy-biology, lofi-music etc. They run a public hacker space OpenMechArt Lab (since 2009) and organize the international diy* festival, held every year in Zurich since 2005. They also cooperate with various sociocultural organisations to hold creative technology courses at schools and youth communities. With the "diy makeaway", a series of mini-workshops for kids and other open-minded people, they have been present internationally at various exhibitions and festivals, such as SHIFT Festival in Basel, at Copy!, Poolloop and Dorkbot in Zurich, MediaLab Prado in Madrid, ISEA Dortmund, CTM.09 in Berlin, CEMA in Bangalore, Cellsbutton#03 in Yogyakarta and many more. In Cellsbutton#05, SGMK is representated by Effi Tanner (CH) and Christop Stahli (CH). SGMK activities in Cellsbutton#05 is supported by supported by the Swiss Arts Council Pro Helvetia http://www.prohelvetia.ch/ | http://www.mechatronicart.ch/
JK Wang (CN) - Tongji University in Shanghai
I'm a multi-media designers, video artists, and performers from Shanghai, China. Now I'm a postgraduate student at Tongji University, the which has one of the most famous design colleges in China. In 2011, I went to Hfg am Offenbach, Germany to study film. After this experience I started creating artwork. My work has been shown at Several galleries in Shanghai, Berlin and Frankfurt. My study interests Mainly focused on videos about the human body movements and sounds. As a singer, I have had a lot of performing experiences in theaters at different cities in China and Germany. http://jkwang.tumblr.com/ | http://www.tongji-di.org/en/
Qian Zhouyun (CN) - Tongji University in Shanghai
Digital Media Designer, Photographer. Major in Digital Media Design Tongji University in Shanghai China. Start painting since 4, since 14 Photography, Video Art since 20. Focus on human and nature, people and city. http://www.tudou.com/home/yun707yun

cellSONIC Profile >>

Metropole Lightberry (ID)
|metropole|lightberry| were founded in Yogyakarta, Indonesia by Eko Bambang Wisnu, Farhan Adityasmara, Iqi Qoror and Theresia Agustina Sitompul. They studied at Indonesian Institute of The Arts Yogyakarta, Post Graduate Program with different art major such as painting, graphic art and photography. Individually, they had exhibits in other countries such as Singapore, Shanghai, Hongkong and the latest was at Jakarta-Berlin Art Festival, Berlin, Germany. They have same interest in new media art and working in experimental medium. email: Metropolelightberry@gmail.com
CONTROL-Z (ID)
Control-Z is a sound project by Pandu Hidayat, from Yogyakarta, Indonesia. Established in 2008, based on live electronic - experimental music. Focused on the art of improvisation and fun with live processing. http://kontroljet.blogspot.com
Manticore (ID)
Manticore is Budi Prakosa. He is part of HONF, a VJ, programer, from Yogyakarta, Indonesia.
Rene T.A. Lysloff (US)
Lysloff is an active member of the Society for Ethnomusicology (SEM) and, along with Deborah Wong, has served as editor of the SEM Newsletter (1994-1999). He has also served on the SEM Council (1994-96, 2003-04) and was Vice President and President of the Southern California Chapter of SEM (SEMSCC). Lysloff was also Vice President of the International Association for the Study of Popular Music-U.S.A. http://music.ucr.edu/
Zbigniew Karkowski (SE)
Zbigniew Karkowski was born in 1958 in Krakow, Poland. He studied composition at the State College of Music in Gothenburg, Sweden, Aesthetics of modern music at the University of Gothenburg's Department of Musicology, and computer music at the Chalmers University of Technology. After Completing his studies in Sweden, he studied sonology for a year at the Royal Conservatory of Music in Den Haag, Netherlands. During his education, he also Attended many summer composition master courses Arranged by Centre Acanthes in Avignon and Aix-en-Provence, France, studying with Iannis Xenakis, Olivier Messiaen, Pierre Boulez, and Georges Aperghis, Among others. He works actively as a composer of acoustic and electroacoustic music Both. He has written pieces for large orchestra (commissioned and performed by the Gothenburg Symphony Orchestra), plus an opera and chamber music Several pieces That were the resource persons performed by professional ensembles in many countries. http://wiki.natural-fiber.com/Zbigniew_Karkowski

Program Notes taken from http://natural-fiber.com
Download Audio

Saturday, July 13, 2013

Pandu Hidayat of CONTROL-Z aka Kontroljet

Kontroljet aka Pandu Hidayat of CONTROL-Z (2008-2014)
Photos byThe Photographer(s)
 






















































































































Thank You!!
CONTROL-Z Is a sound project by Pandu Hidayat, from Yogyakarta, Indonesia. Established in 2008. This project based on live electronic - experimental music. Focussed on the art of improvisation and fun with live-processing. Apart from the literal meaning, CONTROL-Z could be interpreted as an implicit satire (how lovely if our hearing system could be turned back on a more essential point; details with all its complexity). CONTROL-Z could be symbolized as a sound pollution storage system focused on “the hearing reparation” in the widest conceptual meaning. The execution process of this mission is done in a radical and in a bit extreme way. For instance, is by applying ‘free association writing’ technique as an experimental action. This technique is manifested on almost every fragment that has been recorded successfully.

Noise, Glitch, Ambient, Cut-Up, PE is the closest genre for CONTROL-Z’s music. The spirit is to utilized noisy texture as a material, which is formulated into eclectic, scattered and uncontrolled structure composition; absurd and destructive-like composition with super-aggressive shifting. Sometimes, it’s very monotonous and complex as well as too noisy to handle for the mainstream aesthetic followers. CONTROL-Z shows his existence, sneaking in every event, representing actual issues through up-dated composition in the freedom of expression. And intentionally, rejects the homogeneity culture in produced-composed music in which could destroy the taste of one’s hearing also the loss of balance.

CONTROL-Z was inspired by early electronic-art-music composers, avant-garde or experimental musicians and sound-artists, also noiseartists in the world.  Egocentrism, of course, becomes the main reason for this project. It’s sensible to avoid the restraint in expressing idealism of every free human being. However, actually CONTROL-Z is very flexible and very open to collaborate with bands, live-PAs, sound artists, DJs, instrumentalists or composers. Even, it also collaborates with other art disciplines, like Visual Artists, Performance Artists, VJs, or New Media Artists who have similar concept.

Within 6 years (2008-2014), CONTROL-Z has released four EPs, three full-length albums, two remix albums and several singles for compilation, collaboration, split albums and some remix projects. That’s not for the sake of profit or popularity; but it’s merely for the pleasure for sharing and documenting an achievement; a temporal expressive moment. All released-albums, except albums in CDs, can be downloaded for free, either under labels-netlabels or self-released. On its progress, it emerges Kontroljet Records in 2010, a label that exclusively releases all CONTROL-Z’s tracks either in the physical or digital format. This project is now also known as KONTROLJET

FREE
Stream & Download
KONTROLJET RECORDS
Terkompilasi (12 Selected Works) Kontroljet Records [last December 2014]
Its'About Noise II (VA) Susu Ultrarock Records [Pwk, Dec27 2014]
0028 Survey (VA) Classwar Karaoke [UK, Nov30 2014]
CONTROL-Z Vs Rantau Ranjau (Split) Susu Ultrarock Records[Purwokerto, Oct30 2014]
Ya Tergantung (VA) EarAlert Records [Yk 2014]
Split Session (Split w/ Jurumeya) Mindblasting Netlabel [ID, 2013]
It’s About Noise (Mixtape) SusuUltrarock Records [Sokaraja, Sept 2013]
0023 Survey (VA) ClasswarKaraoke [Germany, Aug31, 2013]
Numeral Classifier For Round Objects (EP) SusuUltrarock Records [Sokaraja, Aug11 2013]
Jogja Noise Bombing #2 (VA) Jogjanoise.com [Yogyakarta, 2013]
RMX Vol.2 (Remixes) EarAlert Record [Yogyakarta, May23, 2013]
ANACHRONISM (LP) suRRism-Phonoethics[Germany, May12, 2013]
The Nighthawk(EP/Collaboration w/ +cross+) Kontroljet Records [Net – Dec 1st, 2012]
Underground X-Treme Part 40 (VA) ShitNoise Records [Germany, Nov 30, 2012]
Tough Action (Split w/Metek) CENTRUMCHAOS/Glitch City [Aug 13, 2012]
RMX (Remix Version) Kontroljet Records [Net -June, 2012]
The Noisy Garden (VA) NostressNetlabel [Italy, 2012]
Jogjakarta Noise Bombing (VA) PatirasaRecords [Bantul, 2012]
We Are Trash And So Can You (VA) TrashfuckRecords [US, 2011]
Trauma Akustik (LP) NostressNetlabel [Italy, 2011]
Aura (Split w/ Troj) Kontroljet Records[Net, 2011]
Sendai Vol. 3 (VA) UniqueInternational [Sweden, 2011]
Semi-Untitled (EP) KontroljetRecords [Net, 2010] & Egyptian Tea Records[Baltimore, 2012]
Cut To Cut (EP) SurrismPhonoethics [Frankfurt-Germany, 2010]
Listrik (LP) Sodoma Record [Japan,2010]
Wave Of Terror (EP) Ctrl+FuzzNet [France, 2010] & Industrial Noise Record [Germany, 2010]
Noise For The Government (VA) GreenApartment Rec [Indonesia, 2008]

Detail in PDF
All Works by Pandu Hidayat Or CONTROL-Z